Sabtu, 14 Januari 2012

Yuk Kita Kenali Sifat2 Allah....Tak Kenal maka Tak Sayang, kalau nga kenal gimana mau disayang Allah...^_^


Sifat "Qiyaamuhu bi Nafsihi (قيامه بنفسه)". Ada yang tahu artinya "Qiyaamuhu bi Nafsihi"?
Artinya Qiyamuhu binafsihi yaitu sesungguhnya Allah tidak butuh kepada dzat untuk didiami-Nya dan tidak butuh kepada pencipta yang menciptakan-Nya. Singkatnya , Allah terkaya dari yang demikian.
Mustahil atas Allah tidak berdiri sendiri. Maksudnya Allah membutuhkan dzat dan yang menciptakan-Nya. Maha Suci Allah dari yang demikian itu.
Adapun dalilinya adalah adanya mahluk-mahluk ini.Karena jika sekiranya Allah butuh kepada dzat untuk didiaminya, niscaya Allah itu sifat. Sedangkan sifat , tidak bersifat dengan sifat ma’nawiyah. Padahal wajib bagi Allah bersifat dengan sifat2 itu.
Lagipula , jika Allah tidak berdiri sendiri, niscaya Allah butuh kepada yang menciptakan. Jika Allah butuh kpd yg menciptakan maka tentu Allah itu bahru. Dan jika Allah bahru niscaya tidak akan ditemukan mahluk2 ini.
اللّهُلاَ إِلَهَإِلاَّ هُوَالْحَيُّ الْقَيُّومُلاَتَأْخُذُهُسِنَةٌوَلاَ نَوْمٌلَّهُ مَافِيالسَّمَاوَاتِوَمَا فِيالأَرْضِمَن ذَاالَّذِييَشْفَعُعِنْدَهُإِلاَّبِإِذْنِهِيَعْلَمُمَا بَيْنَأَيْدِيهِمْوَمَاخَلْفَهُمْوَلاَ يُحِيطُونَبِشَيْءٍمِّنْعِلْمِهِإِلاَّ بِمَاشَاء وَسِعَكُرْسِيُّهُالسَّمَاوَاتِوَالأَرْضَوَلاَيَؤُودُهُحِفْظُهُمَاوَهُوَالْعَلِيُّالْعَظِيمُ
Allah berfirman : Dialah Allah , tiada Tuhan yg berhak disembah selain Dia, yang hidup kekal lagi berdiri sendiri (Qs: Al Baqoroh: 255)
يَاأَيُّهَاالنَّاسُأَنتُمُالْفُقَرَاءإِلَىاللَّهِوَاللَّهُهُوَالْغَنِيُّالْحَمِيدُ
Firman-Nya lagi : Hai Manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah dan Allah Yang Maha kaya (tidak membutuhkan sesuatu) lagi Maha terpuji (QS: Fathir :15)
هَاأَنتُمْهَؤُلَاءتُدْعَوْنَلِتُنفِقُوافِي سَبِيلِاللَّهِفَمِنكُممَّن يَبْخَلُوَمَنيَبْخَلْفَإِنَّمَايَبْخَلُعَننَّفْسِهِوَاللَّهُالْغَنِيُّوَأَنتُمُالْفُقَرَاءوَإِنتَتَوَلَّوْايَسْتَبْدِلْقَوْمًاغَيْرَكُمْثُمَّ لَايَكُونُواأَمْثَالَكُمْ
Firman-Nya lagi : Dan Allah Yang Maha Kaya dan kamulah yang membutuhkan-Nya (QS : Muhammad :38)
وَمَنجَاهَدَفَإِنَّمَايُجَاهِدُلِنَفْسِهِإِنَّاللَّهَلَغَنِيٌّعَنِ الْعَالَمِينَ
Firman-Nya lagi : Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya dari Alam Semesta. (QS : Al Ankabut: 6)
اللَّهُالصَّمَدُ
 Firman-Nya lagi : Allah lah yang bergantung kepadanya hajat segala sesuatu (QS : Al Ikhlas :2)
Ada baiknya disini , kami bacakan hadits qudsi yang menyebutkan beberapa hal mendasar yang menunjukkan dengan gamblang atas butuhnya semua mahluk kepada Allah dan ketidak butuhan Allah kepada semua Mahluk.

Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Said bin Abdul Aziz, beliau dari Rabiah bin Yazid, beliau dari Abu Idris Al Khaulani, beliau dari Abu Dzar r.a dari Nabi SAW tentang yang beliau riwayatkan dari Allah SWT. Allah berfirman :
“Wahai hamba2Ku, Sesungguhnya Aku haramkan berbuat zhalim pada Dzat-Ku dan Aku jadikan zhalim itu haram juga diantara kalian , karenanya , janganlah saling mendzhalimi satu sama lain.
Wahai hamba2Ku , kalian semua itu tersesat , kecuali orang yg aku berikan hidayah. Karenanya minta petunjuklah kepadaKu, niscaya Aku beri petunjuk kalian.
Wahai hamba2Ku, kalian semua itu lapar, kecuali orang yg aku berikan makan, Karenanya , minta makanlah kepadaKu, niscaya Aku berikan makan kalian.
Wahai hamba2ku sesungguhnya kalian berbuat kesalahan di malam dan siang hari dan Aku mengampuni semua dosa , karenanya, mohon ampunlah kepada Ku, niscaya Aku ampuni kalian.
Wahai hamba2Ku , sesungguhnya kalian sekali kali tidak akan sampai merugikan aku, sehingga kalian membuat rugi kepada Ku. Dan kalian sekali kali tidak akan sampai memberi guna kepada Ku.
Wahai hamba2Ku, jika orang dulu dan orang terkemudian , manusia maupun jin-nya, mereka semua bertakwa diatas ketaqwaan paling tinggi pada hati seseorang diantara kamu, maka semua itu tidaklah bertambah pada kerajaan Ku barang sedikitpun.
Wahai hamba2Ku, jika orang dulu dan orang terkemudian , manusia maupun jin-nya, mereka semua durhaka diatas kedurhakaan paling tinggi pada hati seorang diantara kamu, maka semua itu tidaklah akan berkurang pada kerajaan Ku barang sedikitpun.
Wahai hamba2 Ku , Jika orang dulu dan orang terkemudian , manusia maupun jinnya , mereka semua berdiri dalam satu lapangan , lalu semua meminta kepadaKu, kemudian Aku beri masing masing permintaannya , niscaya itu tidak akan mengurangi perbendaharaanKu melainkan hanya seperti menguranginya jarum jahit ketika dimasukkan kedalam lautan (berapakah yang tersisa , bila air laut ditimba dengan jarum jahit satu kali?).
Wahai hamba2 Ku , sesungguhnya semua itu amaliah kamu, Aku hanya mencatatnya dan akan aku kembalikan sepenuhnya buat kamu. Barangsiapa mendapati kebaikan , maka hendaknya mengucapkan pujian kepada Allah. Namun barang siapa mendapati selain kebaikan maka jangan sekali kali mencela melainkan dirinya sendiri.
Berkata Said (perawi hadist ini) : Abu Idris Al Khaulani , bilamana meriwayatkan hadist ini, maka beliau tersungkur dua lututnya.
Disebutkan dalam hikam  Ibnu Athoillah :
“Ketaatanmu tidaklah berguna bagi Allah. Kemaksiatanmu tidaklah merugikan bagi Allah. Sesungguhnya Dia menyuruhmu berbuat ini dan melarangmu berbuat itu adalah demi kepentinganmu sendiri.
Kemuliaan-Nya tidaklah bertambah ketika seseorang mendekat kepadaNya dan kemuliaanNya tidak akan berkurang ketika seseorang menjauh dari Nya.
Berkata para ulama : Seyogyanya bagi mu’min yang yakin dengan qiyamuhu binafsihi-nya Allah, hendaknya menampakkan diri selalu merasa butuh kepada Allah dalam segala problem hidupnya.
Tersebut dalam hikam Ibnu Athoillah :
Merasa butuhmu kepada Allah adalah watak dasar asli manusia. Karenanya datangnya segala problem adalah peringatan terhadap sesuatu yang tersembunyi padamu.
Manakala Allah memudahkan lidahmu untuk meminta , maka ketahuilah bahwa Dia hendak memberimu
Janganlah engkau tuntut Tuhan Mu lantaran telat memberikan permintaanmu. Akan tetapi hendaknya engkau tuntut dirimu karena kurang sopan kepadaNya.
Sesungguhnya penolakkan Allah terasa pedih bagimu hanya karena ketidak mengertianmu tentang Allah pada penolakkan itu.
Manakala Allah buka bagimu pintu pengertian tentang penolakkan Nya, niscaya penolakkan itu berubah menjadi pemberian sesungguhnya.
Wallahuallam bishawab
Sumber : Buku Ilmu Tauhid Dasar Karangan KH Muhammad Fakhruddin Al Bantany (Semoga Allah Merahmati beliau beserta keluarganya)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar